Permainan Margalah Tradisional Sumatera Utara



“Margala” demikian warga bonapasogit (sebutan kampung halaman bagi orang batak toba) menyebut permainan yang juga merupakan salah satu jenis olah raga tradisonal daerah batak toba, permainan yang mencerminkan jalinan kerjasama sebagai gambaran kebersamaan dan gotong royong ini umumnya digemari oleh sebagian besar kalangan anak-anak maupun remaja di bonapasogit, namun sayang permainan atau olah raga tradisional Margala yang dulunya masih mudah dijumpai, kini sudah sangat jarang.

Olah raga atau permainan yang mengandalkan kecepatan kaki dan pikiran untuk mengatur strategi mengalahkan lawan, tidak mendapat perhatian serius di daerah bonapasogit. Sebut saja ketika event-event kenegaraan seperti peringatan HUT Proklamasi RI di Bonapasogit, kalangan pelajar lebih memilih hiburan yang modern dari pada hiburan rakyat yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan dalam seni budaya batak. Padahal, seperti yang kita ketahui, Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alam tak luput juga dari ke aneka raman suku dan budaya.

Sesekali, permainan tradisional Margala, muncul kepermukaan, yakni pada Pesta Rakyat Danau Toba tahun 2010 silam, pertandingan olah raga Margala di sematkan untuk meramaikan jalannya event Pesta Danau Toba dan sekitar tahun 90an, permainan yang juga merupakan salah satu jenis olah raga ini cukup banyak di terapkan dibeberapa sekolah dasar (SD) di Bonapasogit.

Selain Margala, masih cukup banyak permainan-permainan tradisional dari daerah Batak Toba yang umumnya menggambarkan sikap kerjasama atau gotong royong. Namun karena kuatnya pengaruh kemajuan jaman, permainan tradisional itupun, satu-persatu lenyap tanpa perhatian. Entah dengan alasan apa, sehingga banyak kalangan remaja di bonapasogit menyebut permainan tradisional tersebut sudah waktunya di museumkan, padahal melihat tingkat prestasi yang di raih para pelajar di Bonapasogit yang tergolong cukup rendah, menggambarkan bahwa tidak ada hal yang menonjol dari sisi olah raga yang pantas untuk dibanggakan dari para pelajar Bonapasogit.

Sobat cilik, pasti sangat sedih ya kalau kita mendengar kak abbel. Karena permainan olahraga ini mulai pupus dan hilang dari permukaan. Dari itu sahabat cilik, mari sama-sama kita cintai permainan tradisional.

Sumber:http://permainandaerah.blogspot.com/2013/02/margala.html


Share:

0 comments:

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Definition List

Unordered List








Support

Calendar Widget by CalendarLabs