Permainan Gasing Tradisional Jawa Tengah



Permainan gasing sangat masyhur di dalam kehidupan masyarakat Melayu di berbagai daerah dan tempat, termasuk di Kepulauan Riau. Masyarakat pun hanya mengenal satu nama untuk permainan ini yaitu Gasing.

Permainan gasing biasanya dimainkan dalam waktu-waktu tertentu di sebuah tanah lapang yang berukuran kira-kira 8 atau 9 x 9 meter. Tempat bermain yang bagus adalah tanah liat yang agak keras sebab di tanah seperti itu putaran gasing lebih laju.

Sebaliknya, di tanah yang lunak atau tanah gambut, biasanya gasing sulit berputar. Jika permainan secara beregu, pada tanah dibuat “gasri” atau “bong” untuk tempat perputaran gasing. Sebuah gasing memerlukan tempat berbentuk bujur sangkar seluas satu meter persegi.

Gasing dibuat dari kayu. Adapun kayu yang digunakan pada umumnya adalah kayu bakau yang tumbuh di tepi pantai. Kayu bakau yang berpintal batangnya atau banyak uratnya, serta mengelokak (terkupas) kulitnya. Hal itu dimaksudkan supaya kayu yang dipakai itu benar-benar tua dan kuat.

Tali merupakan alat pemutar gasing. Tali yang biasanya dipergunakan adalah tali alis, tali pantalan kapas, atau tali pancing. Tali alis diambil dari tali serap yang bisa tahan bertahun-tahun. Panjang tali tersebut sekurang-kurangnya 1,5 meter dan diujungnya diberi simpul untuk tempat memasukkan jari sewaktu memutar gasing.

Permainan gasing biasanya tidak hanya untuk diperagakan, tetapi lazimnya dipertandingkan baik untuk perorangan maupun berpasukan. Oleh karenanya terdapat dua jenis permainan yaitu Gasing Pangkah dan Gasing Uri.

Sumber:http://riauberbagi.blogspot.com/2016/10/permainan-tradisional-melayu-riau-indonesia-main-gasing7.html


Share:

0 comments:

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Definition List

Unordered List








Support

Calendar Widget by CalendarLabs